Selamat Datang

Rabu, 12 Maret 2014

" Awal Karir Bruno Mars "

Bruno Mars, terlahir dengan nama Peter Gene Hernandez pada 8 Oktober 1985 di Honolulu, Hawaii, (wow… this is October! happy birthday Bruno ^__*… telaaat kalii ngucapinnya, ini udah tanggal berapaa hehe). Ia lahir dari keluarga musisi yang membuat ia akrab dengan dunia panggung sejak balita. Ia berdarah campuran, Amerika, Filipina dan Puerto Rico.
Ayah Bruno, Pete Hernandez adalah seorang Latin percussionist asal Brooklyn. Bruno’s dad ini sering mengadakan pertunjukan tari Vegas Style di Hawaii, tempat keluarganya tinggal, termasuk menampilkan isterinya, Bernadette San Pedro Bayot Hernandez, seorang vokalis berbakat sekaligus penari hula; dan keenam anaknya; Eric, Jaime, Tiara, Tahiti, Presley dan Peter (Bruno).
O, ya nama Bruno itu emang julukan dari ayahnya sejak Peter (Bruno) kecil. Ayahnya gemas sekali dengan pipi cubby Bruno dan tubuhnya yang gempal. Kegempalan tubuh bruno kecil mengingatkan ayahnya pada pegulat yang terkenal saat itu yang bernama Bruno Sammartino, sehingga Peter akhirnya ia panggil dengan julukan Bruno. (Julukan itu yang akhirnya dipertahankan Bruno untuk menjadi nama panggungnya). Nama belakang ‘Mars’ Bruno tambahkan saat ia ingat ejekan teman2 ceweknya saat ia sekolah dulu bahwa ia bukan berasal dari Planet Bumi, melainkan dari planet lain. Bruno lalu kepikiran tentang Mars, sehingga ia menambahkan Mars di belakang namanya.
Bruno ternyata sudah sangat eksis dari kecil. Ia suka banget manggung. Bruno merasa cemburu saat keluarganya tampil menyanyikan lagu-lagu Motown yang lagi hit, dan membawakan lagu2 doo-wop secara medley.
“Aku saat itu berusia empat tahun, penonton di Waikiki Beach sangat antusias dengan penampilan keluargaku. Aku cemburu karena tidak tampil bersama mereka. Ayah lalu menempatkan aku di atas panggung untuk ikut tampil. Aku lalu menyanyikan lagu Elvis. Sejak momen itu, aku jadi ketagihan manggung.” Ujar Bruno mengenang masa kecilnya.

with family
Hawaii, gimanapun memberi pengaruh besar dalam karya-karya bermusik Bruno. Hawaii kaya akan musik dari berbagai aliran. Dan merupakan tempat yang menarik bagi musisi pemula seperti Bruno. Musik yang paling khas dari sana adalah musik tradisional termasuk yang bercita rasa reagge, rock dan folk musik. ”Hawaii is basically in the middle of the world, so you’re exposed to every type of music over there,” jelas Bruno. Sementara musik yang kemudian diusung Bruno adalah musik pop alternative, hip hop, soul dan R ‘n B.
Setelah menyelesaikan highschool-nya  (pada usia 17 tahun) dan mengisi masa kecilnya di Hawaii dengan manggung bareng keluarganya (menyanyikan lagu-lagu doo-wop), Brunopun hijrah ke Los Angeles untuk memulai karir bermusiknya. Dari pengalaman bermusiknya sejak balita, Bruno berhasil menguasai beberapa alat musik seperti drum, gitar, keyboard, piano, perkusi dan bass. Karena keahliannya itu pula, Bruno merasa pede. Ditambah referensi dari kakak perempuannya yang memperkenalkan Bruno pada salah seorang kenalannya di Universal Motown (sehingga Bruno bisa bergabung dengan mereka), membuat harapan Bruno dalam bermusik semakin tinggi.
Tapi sayang, harapan tinggal harapan. Harapan terkadang tidak selalu sesuai dengan kenyataan, untuk beberapa waktu, bakat Bruno sepertinya terbuang sia-sia di sana, karena mereka kurang tertarik atau ‘sreg’ dengan ide Bruno soal lagu. Bruno lalu memandang hubungannya dengan Universal Motown sebagai ”more of a ‘sign a kid who can sing and see what happens’ partnership”.
“Ia sebenarnya berbakat,” ujar Philip Lawrence, teman Bruno di Motown yang bekerja sebagai pencipta lagu. “tapi tak ada kontrol yang baik kemana sebaiknya ia melangkah.”
Lawrence yang salut pada Bruno karena menguasai beberapa alat musik seperti gitar, bass, piano dan perkusi akhirnya menyarankan pada Bruno agar mereka bergabung jadi tim untuk berkarya menghasilkan musik-musik latar dan memproduseri musik mereka. Bruno setuju dengan ide itu, mereka pun akhirnya membentuk tim kerja yang mereka beri nama The Smeezingtons. Belakangan, Ari Lavine bergabung dengan The Smeezingtons dan bertindak sebagai engineer.
Dengan mempunyai tim dalam bermusik, Bruno lebih percaya diri, ia terus berkarya, namun sayangnya, kesepakatan dengan pihak label (untuk merekam lagu sendiri) tidak tercapai  juga, padahal Bruno saat itu dalam kondisi tak punya uang.
Pihak label tetap antusias dengan bakat Bruno, tapi bukannya menyetujui apa yang Bruno inginkan, mereka malah menyarankan lagu Bruno digunakan artis lain.
“Saat itu kami bilang, tidak!” kenang Bruno, “this is my art.” Mereka (pihak label) bilang: “kami akan membayarmu dengan jumlah uang yang besar.” Lalu dengan seketika kami bilang, “baiklah kalo begitu, silahkan miliki lagu kami.”
“Tadinya aku akan kembali ke Hawaii,” kenang Bruno lagi, “namun setelah kami menjual track pertama kami, itu benar-benar membuka mata kami. Sejak saat itu kami bekerja keras.”
The Smeezingstons akhirnya berhasil menulis dan memproduseri lagu Brandy (’Long Distance’ dari album “Human”) dan Matiyashu, juga bekerja dengan Canadian hip-hop artist, K’naan (di tahun 2008) dan musisi-musisi lainnya, sebut saja;  credit untuk album Alexandra Burke (’Perfect’ dari album “Overcome”), Travie McCoy (”We’ll Be Alright’ dari album “Lazarus”), empat buah lagu untuk album “Tomorrow” milik Sean Kingston. Juga mega hit “Right Round” dari album ROOTS oleh Flo Rida.
“Right Round” ternyata berhasil menarik perhatian Aaron Bay-Schuck, director dari Atlantic Records.
Aaron kemudian membantu Bruno dan Lawrence bertemu dengan Elektra (co-president) dari Atlantic Records, juga bertemu dengan Janick and Mike Caren. Bruno menyanyikan lima lagu dalam pertemuan itu termasuk chorus dari lagu ‘Nothin’ On You dan ‘Billionaire’.  Janick langsung membeli lagu itu. “Setiap lagu terdengar seperti sebuah pukulan.” Ujar Janick. “Sesaat setelah mereka keluar dari ruang meeting, aku bilang, kita harus bekerjasama dengan mereka.”
Sementara pendapat McCoy beda lagi; “pertama kali mendengar suara Bruno Mars, aku seperti mendengar suara Michael Jackson.”
“Nothin’ on You berhasil menduduki tangga nomor 1 di 100 Hot Billboard, sementara “Billionaire” berada di posisi nomor 4. Kedua track tersebut terjual hingga 5 juta copy. Elektra pun mulai bekerja bikin Merchandise tentang Bruno Mars, bikin situs, lalu bikin behind-the-scenes footage, untuk deluxe DVD yang akan rilis dan bentuk pemasaran lainnya.
Sebelum benar-benar bernyanyi untuk lagu-lagu ciptaannya sendiri yang diproduseri oleh The Smeezingtons, Bruno Mars sempat muncul sebagai guess appereance untuk album “Far East Movement” “Animal” di lagu ‘3D’, dan juga debut “Jaeson Ma” ‘Love’. Namun single pertama Bruno Mars, Just The Way You Are, benar-benar membuat Bruno meroket. Single itu langsung terjual sebanyak 1,3 juta copy. Just The Way You Are jauh lebih sentimental dari Nothin’ On You, tapi mempunyai lirik yang manis, sederhana dan apa adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar